Langsung ke konten utama

Jauh Teras Dekat

Banyak diantara kita, berkhayal setelah kuliah optimis mendapatkan pekerjaan yang layak, sesuai dengan keinginan. Ada juga yang pesimis ketika mencari lapangan pekerjaan, ada yang untung, tapi banyak juga yang buntung, malanh tambah kepentung. apes!

Lulusan perguruan tinggi membludak sementara lapangan kerja tidak sesuai dengan jumlah Fresh Graduate, al hasil jadilah pengangguran.

Banyak persaingan, yang membuat Fresh Garduate banting setir, persaingan tidak sehat atau jalan pintas bisa saja dilakukan, supaya bisa bekerja, dari pada menambah beban orang tua, Banyak diantara mereka, mengesampingkan ijazah (ijazah perawat namun bekerja di teller bank), secara jika di nalar tidak masuk akal, namun itulah relitanya. Yang penting dapat pekerjaan dari pada tidak bekerja dan ijazah serta skill menguap. 

Sayapun dahulu merasakan demikian, kala itu saya di hadapkan dengan dua pilihan yang mana keduanya membutuhkan pengorabanan. 

Pertama, bekerja di kota Jakarta atau Jogjakarta, dengan gaji sekitar Rp. 2.700.000 perbulan. Ini sesuai dengan impian bekerja sesuai Ijazah dan skill mantul (mantab betul). Tapi ada hal yang menyiksa hati, hidup di kontrakan jauh dengan keluarga, harus bayar kontrakan, belum lagi untuk makan, biaya bensin, jajan, pulsa dan harus menabung untuk persiapan menikah. 

Kedua, bekerja di Pelosok Negeri, jaringan telpon sering ngadat, bekerja sesuai dengan Ijazah dan skill, namun di gaji Rp.300.000 perbulan. Hidup denga orang tua, semua kebutuhan di cukupi orang tua, kecuali beli pulsa. Serasa tidak berfaedah, kuliah mahal hidup masih ndopleng orang tua.

Gembira rasa bahagia, apa lagi datang hari libur bisa membantu orang tua memproses pekarangan Ruma, mulai tanam Kedelai, Jagung, Padi, Cabai, Terong, Tomat, Kacang dan Mentimun. Atau mengurus kebunan Jeruk di belakang Rumah, sekedar memupuk tanaman, nyermprot mengunakan Pestisida.

Liburan serasa tamasya apa lagi ke rumah kakak disana ada sepupu yang sangat nakal, lucu, ikut mengurus kebun sayuran, cabut bayam, bawang daun, kangkung, memanen semangka, ketika di kebun, suasana hijau nan asri, makan Empek-empek disiram Cuko khas Palembang, melepas dahaga langsung memetik Semangka, Sirsak, Pepaya sembari mancing ikan Betok dan ikan Gabus, jika di rasa gembira, semua tersedia di dekat rumah dan pekarangan, maklum saja di pelosok jadi kalau tidak bercocok tanam, tidak bisa makan.

Tidak seperti di kota, semuanya serba ada mau makan apapun yang penting punya duit apapaun bisa di beli sesuai selera hati.

Modal tenaga, telaten bakal panen,,,! tapi tidak dengan Profesi saya.!

Perawat namanya, sudah berkorban jauh dari gemerlpan kota dan mengabdi kepada Negri namun masih saja tidak sejahtera secara Finacial, so mengapa demikian mengerutunya saya.

Sedih tidak kepalang, ketika berada di posisi bawah, tak sanggup berbuat apa-apa kecuali berdoa sampai kapan ini selesai.

Walau secara batin saya bahagia bisa bekerja didampingi kedua Malikat ku, siapa lagi kalau bukan  "Pae sama Mae". Mereka berdua pemberi semangat, ketika api semangat kehabisan bahan bakar. Ketika letih menghantam jiwa, mereka berdua yang menyiapkan dan mengidangkan makanan resep cinta dan kasih sayang, sederhana namun mewah dan menyentuh jiwa.

Letih rasanya Raga ini, ada mereka beruda yang selalu ringan tangan memijit, sembari bercerita, panjang lebar dan tak terasa saya tertidur pulas, bangun tak sadarkan diri tau-tau mereka berdua mengilang, sudah ganti aktivitas, maklum dirumah hanya ada saya Mae karo Pae.

Mae sembari berkata "oohhh wedus TUMAN ! nek di pijet mesti turu!". Kata-kata itu mempunyai banyak arti, akan paham jika orang Jawa.

Terkadang malu sama orang tua, selesai wisuda pulang kerumah, bukanya bekerja dengan gaji sepadan malah dapat hina, lantaran bekerja dengan hasil tak istimewa.

Yang sangat menyedihkan, jika tiba Bulan Puasa, ketika mendekati lebaran, tidak bisa membelikan pakaian (sarung, batik, kopiah, sajadah, mukenah kerudung dan daster Mae). Sumpah terasa sedih tatkala Mae yang malah memberi uang untuk beli sandang ketika moment tersebut.

Ya mau bagaimana lagi, rasa sukurlah yang selalu terucap, karena masih ada orang tua yang selalau mencukupi kita. Tak peduli dengan lulusan apa dan ijazah apa yang kita punya, orang tua akan selalu ada ketika kita terpuruk, tempat terindah adalah orang tua, mereka akan selalau ada dengan apapun keadaan kita.

Biar jauh namun terasa dekat, itulah orang tua!

Ahmad

Riyadh, March 13 2019









Komentar

Postingan populer dari blog ini

STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR ( SOP ) Teknik Mengatasi Nyeri Atau Relaksasi Nafas Dalam

STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR ( SOP ) T eknik Mengatasi Nyeri Atau Relaksasi Nafas Dalam Pengertian : Merupakan metode efektif untuk mengurangi rasa nyeri pada pasien yang mengalami nyeri kronis. Rileks sempurna yang dapat mengurangi ketegangan otot, rasa jenuh, kecemasan sehingga mencegah menghebatnya stimulasi nyeri Ada tiga hal yang utama dalam teknik relaksasi : 1.     Posisikan pasien dengan tepat 2.     Pikiran beristirahat 3.     Lingkungan yang tenang Tujuan   : Untuk menggurangi atau menghilangkan rasa nyeri Indikasi : Dilakukan untuk pasien yang mengalami nyeri kronis Prosedur pelaksanaan : A.    Tahap prainteraksi 1.     Menbaca status pasien 2.     Mencuci tangan 3.     Meyiapkan alat B.    Tahap orientasi 1.     Memberikan salam teraupetik 2.     Validasi kondisi pasien 3.     Menjaga perivacy pasien 4.     Menjelaskan tujuan dan prosedur yang akan dilakukan kepada pasien dan keluarga C.    Tahap kerja 1.     Berikan kesempatan kepada pasien untuk bertanya jika ada ynag

STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR PIJAT OKSITOSIN

STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR PIJAT OKSITOSIN Pengertian       : Menjaga kebersihan dan menjaga kelancaran aliran ASI Tujujuan           : 1.       Menjaga atau memperlancar ASI 2.       Mencegah terjadinya infeksi Indikasi           : Ibu yang mempunyai bayi dan memberikan ASI secara eksklusif Prosedur           : A.     Persiapan alat 1.       Alat-alat a.        Kursi b.       Meja c.        Minyak kelapa d.       BH kusus untuk menyusui e.        Handuk 2.       Persiapan perawat a.        Menyiapkan alat dan mendekatkanya ke pasien b.       Membaca status pasien c.        Mencuci tangan 3.       Persiapan lingkungan a.        Menutup ordien atau pintu b.       Pastikan prifaci pasien terjaga B.      Bantu ibu secara pesikologis 1.       Bangkitkan rasa percaya diri 2.       Cobalah membantu mengurangi rasa sakit dan rasa takut 3.       Bantu pasien agar mempunyai pikiran dan perasaan baik tentang bayinya C.      Pelaksanaan 1.       Perawat mencuci tangan 2.       Menstimuli

STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR ( SOP ) MEMBERIKAN OKSIGEN DENGAN KANUL BINASAL

STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR ( SOP ) MEMBERIKAN OKSIGEN DENGAN KANUL BINASAL Melakasanakan asuhan keperawatan pada pasien dengan pemenuhan kebutuhan oksigen A.     Pengertian Terapi oksigen adalah salah satu tindakan untuk meningkatkan tekanan parsiel pada inspirasi yang dapat dilakukan dengan menggunakan kanul binasal B.      Tujuan 1.       Mempertahankan dan meningkatkan oksigen 2.       Mencegah atau mengatasi hipoksia C.      Persiapan alat 1.       Tabung oksigen ( oksigen dinding ) berisi oksigen lengkap dengan flowmeter dan humidifier yang berisi aquades sampai batas pengisiang 2.       Kanulbinasal 3.       Cotte budd atau tisue 4.       Bengkok 5.       Tanda peringatan jangan merokok 6.       Plerter D.     Persiapan pasien 1.       Pasien diberitahu mengenai tujuan dan perosedur tindakan yang akan dilakukan 2.       Pasien diatur dalam posisi aman dan nyaman E.      Persiapan perawat 1.       Mengkaji data-data mengenai kekurangan oksigen ( sesak nafas, nafas cuping