Langsung ke konten utama

LAIN AKU LAIN DIA!

LAIN AKU LAIN DIA!

Kagum akan hal yang baru itu hal wajar.! “Lain ladang lain belalang”.

Pepatah ini benar sekali.! Adat istiadat dari masyarakat kita Indonesia terkenal akan “adab” tutur kata dan kesopananya. Tak di ragukan lagi bahwa kita orang Indonesia sangat cepat beradaptasi serta mamapu mengadopsi kultur yang ada di sekitar kita.!

Namun apa jadinya jika kultur serta ramah dan senyum di negara kita menjadi hal yang pokok serta wajib seperti istilah 3 S (senyum, salam dan sapa). Sangat di anjurkan jika kita memberi pelayanan kepada costemer.

Berbeda dan lain lagi di Rusia. Senyum di Rusia sangat mahal, karena disana ada anggapn jika tersenyum berarti kita tertarik pada mereka. Ini berlaku pada toko dan layanan publik.

Berbeda dengan Indonesia orangnya ramah dan murah senyum.

Bukan hanya di Rusia! Saya sebagai perawat di Saudi Arabia. Memperlakukan 3 S, ada yang memberi respon positif malah ada juga yang memberi respon negatif.

Beberapa kalai saya di tegur pasien, “kenapa kamu senyum ketika melihat saya datang” kata pasien. Jawab saya “saya harus memberikan pelayanan yang baik kepada pasien, jadi harus senyum dan bertindak adil pada setiap pasien saya, dia laki laki, tua, muda, anak anak bahkan wanita sekalipun, karena mereka mempunyai hak yang sama, yaitu sebagai pasien”! Pasien hanya terdiam dan berkata lagi “di Saudi Arabia tidak semuanya suka dengan senyuman”! Bertentangan dengan keperibadian kita sebagai orang Indonesia.

Jangan terlalu sering senyum.! Senyum tidak boleh.! Ya sudah setelah pasien pergi saya terapkan acuh tak acuh.! Hanya 2 S yang satu saya hilangkan bagian senyumnya.

Pasien langsung menegur saya “teman saya kesini, dan dia berkata ada orang Indonesia bekerja di sini namanya Ahmad dia baik serta ramah, kok yang saya temui bermuka garang, tidak seperti yang teman saya ceritakan “are you Filipino?”.! “Jawab saya My name is Ahmad From Indonesia” sembari tersenyum.!

Keesokan harinya. “Ahmad kamu marah?” “Tidak saya tidak marah”. “Kenapa muka mu seperti itu?” “Capek dan ngantuk”.! “Kamu tidak marah kan?!"  لا يا حبيبي قلبي.!

Bahwasanya hal yang baik pun, banyak yang menentang.

Belum tentu juga hal yang buruk sekalipun akan di hujat.!

Baik menurut kita belum tentu baik untuk mereka.!

So lakon hidup apa adanya tidak perlu hidup di belakang topeng.

Ahmad Irfan

Riyadh, 20 Desember 2017

Komentar

Postingan populer dari blog ini

STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR ( SOP ) OCCLUSIVE DRESSING

STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR ( SOP ) OCCLUSIVE DRESSING Pengertian :      Teknik perawatan lukadengan cara menutup lukan dan memberi cairan, nutrisi dan antiseptik dengan drip selama 24 jam terus menerus Tujuan : 1.       Untuk mencegah infeksi 2.       Mempertahankan kelembaban 3.       Merangsan pertumbuhan jaringan baru 4.       Mengurangi nyeri 5.       Mengurangi terjadinya jaringan parut Indikasi : 1.       Ulkus varikosus 2.       Ulkus strasis 3.       Ulkus kronis Perosedur pelaksanaan A.     Tahap pra interkasi 1.       Persiapan alat a.        Kain kasa steril b.       Verban gulung c.        Larutan untuk drip yang terdiri dari : Nacl 0,9%, 325 cc, glukosa 40%, 125 cc dan betadin10%, 50cc d.       Trofodermin cream e.        Antibiotika tropical f.        Ganti verban set g.       Infus set h.       Pengalas i.         Sarung tangan j.         Gunting k.       Bengkok l.         Hipavix atau plester m.     Pelastik penutup ( tipis, putih dan transparan ) n.       Standar

STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR PIJAT OKSITOSIN

STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR PIJAT OKSITOSIN Pengertian       : Menjaga kebersihan dan menjaga kelancaran aliran ASI Tujujuan           : 1.       Menjaga atau memperlancar ASI 2.       Mencegah terjadinya infeksi Indikasi           : Ibu yang mempunyai bayi dan memberikan ASI secara eksklusif Prosedur           : A.     Persiapan alat 1.       Alat-alat a.        Kursi b.       Meja c.        Minyak kelapa d.       BH kusus untuk menyusui e.        Handuk 2.       Persiapan perawat a.        Menyiapkan alat dan mendekatkanya ke pasien b.       Membaca status pasien c.        Mencuci tangan 3.       Persiapan lingkungan a.        Menutup ordien atau pintu b.       Pastikan prifaci pasien terjaga B.      Bantu ibu secara pesikologis 1.       Bangkitkan rasa percaya diri 2.       Cobalah membantu mengurangi rasa sakit dan rasa takut 3.       Bantu pasien agar mempunyai pikiran dan perasaan baik tentang bayinya C.      Pelaksanaan 1.       Perawat mencuci tangan 2.       Menstimuli

STANDAR OPERASIONAL PEROSEDUR MEMASANG OGT (ORAL GASTRIC TUBE)

STANDAR OPERASIONAL PEROSEDUR MEMASANG OGT (ORAL GASTRIC TUBE) A.     Pengertian Melakukan pemasanga selang dari rongga mulut sampai kelambung pada bayi atau anak B.      Indikasi 1.       Pasien dengan masalah salauran pencernaan atas (stenosis esoagus, tumor mulit atau faring atau juga esofagus dll) 2.       Pasien yang tidak mampu menelan 3.       Pasien pasca operasi pada hidung faring atau esofagus C.      Tujuan 1.       Memasukan makanan cair atau obat-obatan cair atau padat yang dicairkan 2.       Mengeluarkan cairan atau isi lambung dan gas yang ada dalam lambung 3.       Mengirigasi lambung karena perdarahan atau keracunan dalam lambung 4.       Mencegah atau mengurangi mual dan muntah setelah pembedahan atau terauma 5.       Mengambil spesemen dalam lambung untuk pemeriksaan laboratorium D.     Persiapan alat a.        Bak troli yang berisi : 1.       OGT No 5 atau 8 (untuk anak yang lebih kecil) 2.       Sudip lidah (tongue spatel) 3.       Sepasang sarung tangan 4.