Langsung ke konten utama

SATUAN ACARA PENYULUHAN ASAM URAT

SATUAN ACARA PENYULUHAN
ASAM URAT

Topik Kegiatan : Penyuluhan tentang asam urat
Hari/Tangal : Selasa, 18 Mei 2010
Waktu : 35 menit
Tempat : Rumah Kepala Dusun
Sasaran : Warga masyarakat Dusun Sompokan
Target : Warga masyarakat Dusun Sompokan

I. Latar Belakang
Asam Urat adalah penyakit yang terjadi karena kelainan enzim tertentu yang mengakibatkan produksi asam urat yang berlebihan.
Reumatik merupakan penyakit metabolik, yaitu penyakit yang disebabkan oleh gangguan metabolisme yang dalam hal ini adalah gangguan metabolisme asam urat.

II. Tujuan Instruksional Umum (TIU)
Setelah dilakukan penyuluhan mengenai Asam Urat timbul kesadaran warga masyarakat untuk melakukan pencegahan terhadap timbulnya penyakit Asam Urat.


III. Tujuan Instruksional Khusus (TIK)
Setelah dilakukan penyuluhan mengenai DB warga mampu menyebutkan:
a. Pengertian Asam Urat
b. Penyebab penyakit Asam Urat
c. Gejala penyakit Asam Urat yang tampak
d. Pencegahan penyakit Asam Urat

IV. Garis Besar Materi
a. Pengertian Penyakit Asam Urat
b. Penyebab penyakit Asam Urat
c. Gejala penyakit Asam Urat yang tampak
d. Pencegahan penyakit Asam Urat

V. Metode
a. Ceramah
b. Tanya jawab
VI. Media
LCD,Leaflet,






VII. Proses Kegiatan
No. Kegiatan Respon sasaran Waktu
1. Pendahuluan
a. Menyampaikan salam
b. Menjelaskan tujuan a. Membalas salam
b. Mendengarkan dan memberikan respon 5 menit

2.
a. Pengertian Penyakit Asam Urat
b. Pengertian Penyakit Asam Urat
c. Penyebab penyakit Asam Urat
d. Gejala penyakit Asam Urat
e. Pencegahan penyakit Asam Urat
a. Mendengarkan, memperhatikan materi penyuluhan dari penyuluh
20 menit
4. Penutup
a. Tanya jawab


b. Menyimpulkan hasil dari penyuluhan

c. Memberikan salam
a. Menanyakan hal yang belum jelas
b. Aktif, bersama dalam menyimpulkan
c. Membalas salam 10 menit

VIII. Evaluasi
Tanya jawab

IX. Daftar Pustaka
KCM, 2010, Asam Urat, www.Kompas.com
Suara Pembaharuan, 2010, DB www. suarapembaharuan.com

Komentar

Postingan populer dari blog ini

STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR ( SOP ) OCCLUSIVE DRESSING

STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR ( SOP ) OCCLUSIVE DRESSING Pengertian :      Teknik perawatan lukadengan cara menutup lukan dan memberi cairan, nutrisi dan antiseptik dengan drip selama 24 jam terus menerus Tujuan : 1.       Untuk mencegah infeksi 2.       Mempertahankan kelembaban 3.       Merangsan pertumbuhan jaringan baru 4.       Mengurangi nyeri 5.       Mengurangi terjadinya jaringan parut Indikasi : 1.       Ulkus varikosus 2.       Ulkus strasis 3.       Ulkus kronis Perosedur pelaksanaan A.     Tahap pra interkasi 1.       Persiapan alat a.        Kain kasa steril b.       Verban gulung c.        Larutan untuk drip yang terdiri dari : Nacl 0,9%, 325 cc, glukosa 40%, 125 cc dan betadin10%, 50cc d.       Trofodermin cream e.        Antibiotika tropical f.        Ganti verban set g.       Infus set h.       Pengalas i.         Sarung tangan j.         Gunting k.       Bengkok l.         Hipavix atau plester m.     Pelastik penutup ( tipis, putih dan transparan ) n.       Standar

STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR PIJAT OKSITOSIN

STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR PIJAT OKSITOSIN Pengertian       : Menjaga kebersihan dan menjaga kelancaran aliran ASI Tujujuan           : 1.       Menjaga atau memperlancar ASI 2.       Mencegah terjadinya infeksi Indikasi           : Ibu yang mempunyai bayi dan memberikan ASI secara eksklusif Prosedur           : A.     Persiapan alat 1.       Alat-alat a.        Kursi b.       Meja c.        Minyak kelapa d.       BH kusus untuk menyusui e.        Handuk 2.       Persiapan perawat a.        Menyiapkan alat dan mendekatkanya ke pasien b.       Membaca status pasien c.        Mencuci tangan 3.       Persiapan lingkungan a.        Menutup ordien atau pintu b.       Pastikan prifaci pasien terjaga B.      Bantu ibu secara pesikologis 1.       Bangkitkan rasa percaya diri 2.       Cobalah membantu mengurangi rasa sakit dan rasa takut 3.       Bantu pasien agar mempunyai pikiran dan perasaan baik tentang bayinya C.      Pelaksanaan 1.       Perawat mencuci tangan 2.       Menstimuli

STANDAR OPERASIONAL PEROSEDUR MEMASANG OGT (ORAL GASTRIC TUBE)

STANDAR OPERASIONAL PEROSEDUR MEMASANG OGT (ORAL GASTRIC TUBE) A.     Pengertian Melakukan pemasanga selang dari rongga mulut sampai kelambung pada bayi atau anak B.      Indikasi 1.       Pasien dengan masalah salauran pencernaan atas (stenosis esoagus, tumor mulit atau faring atau juga esofagus dll) 2.       Pasien yang tidak mampu menelan 3.       Pasien pasca operasi pada hidung faring atau esofagus C.      Tujuan 1.       Memasukan makanan cair atau obat-obatan cair atau padat yang dicairkan 2.       Mengeluarkan cairan atau isi lambung dan gas yang ada dalam lambung 3.       Mengirigasi lambung karena perdarahan atau keracunan dalam lambung 4.       Mencegah atau mengurangi mual dan muntah setelah pembedahan atau terauma 5.       Mengambil spesemen dalam lambung untuk pemeriksaan laboratorium D.     Persiapan alat a.        Bak troli yang berisi : 1.       OGT No 5 atau 8 (untuk anak yang lebih kecil) 2.       Sudip lidah (tongue spatel) 3.       Sepasang sarung tangan 4.