Langsung ke konten utama

Kiat Memilih Plugin WordPress

Bicara mengenai WordPress maka tidak lepas dari plugin-plugin yang menyertainya. Ada ratusan bahkan mungkin ribuan plugin yang disediakan di internet.

Plugin membuat WordPress terus berkembang bersama ide-ide kreatif yang membuatnya seolah memiliki fitur tanpa batas. Namun semakin banyak plugin dengan fungsi serupa maupun tidak serupa membuat kita akhirnya bingung, bingung memilih plugin yang mana yang sebetulnya sangat dibutuhkan. Di satu sisi, blog membutuhkan plugin untuk membuatnya menjadi lebih baik, namun disisi lain blog yang menggunakan banyak plugin akan mengalami penurunan performance. Jadi, Anda harus pintar-pintar dalam menggunakan plugin ini.



Manfaat plugin antara lain untuk:

Membuat blog Anda lebih menonjol daripada yang lain. Lempar jauh-jauh desain kuno blog Anda dan secara radikal ubah tampilan dan sentuhan blog Anda dengan plugin-plugin yang menarik.
Tingkatkan kinerja blog dan lipatgandakan profit Anda.
Strategi ulang rencana bisnis Anda. Lagi, dengan mempelajari masing-masing plugin akan membuat kepala Anda dipenuhi dengan ide-ide baru. Ide yang akan membuat blog Anda menjadi mesin penghasil uang.
Monetize blog WordPress Anda dalam sekejap. Ubah blog Anda menjadi mesin uang dengan mendatangkan komisi dari Adsense, produk affiliate, Amazon, Chitika, atau bahkan dari produk Anda sendiri.
Otomatiskan dan hilangkan rasa stress dari diri Anda. Beberapa plugin berguna untuk mengurangi beban kerja Anda seminimal mungkin dan membuat Anda lebih menikmati aktivitas ngeblog.
Nah, pilihlah plugin yang sesuai dengan kebutuhan Anda. Misalkan saja, pluginmmotif dan desain wordpress, plugin anti-spam wordpress, plugin seo wordpress, plugin untuk kepentingan bisnis online Anda, plugin untuk meningkatkan popularitas Anda, plugin untuk email dan marketing, plugin untuk situs dan tampilan navigasi, plugin penyedia gambar, video, dan suara, atau plugin untuk keperluan statistik dan cpanel wordpress, serta plugin untuk keperluan administrasi.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR ( SOP ) OCCLUSIVE DRESSING

STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR ( SOP ) OCCLUSIVE DRESSING Pengertian :      Teknik perawatan lukadengan cara menutup lukan dan memberi cairan, nutrisi dan antiseptik dengan drip selama 24 jam terus menerus Tujuan : 1.       Untuk mencegah infeksi 2.       Mempertahankan kelembaban 3.       Merangsan pertumbuhan jaringan baru 4.       Mengurangi nyeri 5.       Mengurangi terjadinya jaringan parut Indikasi : 1.       Ulkus varikosus 2.       Ulkus strasis 3.       Ulkus kronis Perosedur pelaksanaan A.     Tahap pra interkasi 1.       Persiapan alat a.        Kain kasa steril b.       Verban gulung c.        Larutan untuk drip yang terdiri dari : Nacl 0,9%, 325 cc, glukosa 40%, 125 cc dan betadin10%, 50cc d.       Trofodermin cream e.        Antibiotika tropical f.        Ganti verban set g.       Infus set h.       Pengalas i.         Sarung tangan j.         Gunting k.       Bengkok l.         Hipavix atau plester m.     Pelastik penutup ( tipis, putih dan transparan ) n.       Standar

STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR PIJAT OKSITOSIN

STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR PIJAT OKSITOSIN Pengertian       : Menjaga kebersihan dan menjaga kelancaran aliran ASI Tujujuan           : 1.       Menjaga atau memperlancar ASI 2.       Mencegah terjadinya infeksi Indikasi           : Ibu yang mempunyai bayi dan memberikan ASI secara eksklusif Prosedur           : A.     Persiapan alat 1.       Alat-alat a.        Kursi b.       Meja c.        Minyak kelapa d.       BH kusus untuk menyusui e.        Handuk 2.       Persiapan perawat a.        Menyiapkan alat dan mendekatkanya ke pasien b.       Membaca status pasien c.        Mencuci tangan 3.       Persiapan lingkungan a.        Menutup ordien atau pintu b.       Pastikan prifaci pasien terjaga B.      Bantu ibu secara pesikologis 1.       Bangkitkan rasa percaya diri 2.       Cobalah membantu mengurangi rasa sakit dan rasa takut 3.       Bantu pasien agar mempunyai pikiran dan perasaan baik tentang bayinya C.      Pelaksanaan 1.       Perawat mencuci tangan 2.       Menstimuli

STANDAR OPERASIONAL PEROSEDUR MEMASANG OGT (ORAL GASTRIC TUBE)

STANDAR OPERASIONAL PEROSEDUR MEMASANG OGT (ORAL GASTRIC TUBE) A.     Pengertian Melakukan pemasanga selang dari rongga mulut sampai kelambung pada bayi atau anak B.      Indikasi 1.       Pasien dengan masalah salauran pencernaan atas (stenosis esoagus, tumor mulit atau faring atau juga esofagus dll) 2.       Pasien yang tidak mampu menelan 3.       Pasien pasca operasi pada hidung faring atau esofagus C.      Tujuan 1.       Memasukan makanan cair atau obat-obatan cair atau padat yang dicairkan 2.       Mengeluarkan cairan atau isi lambung dan gas yang ada dalam lambung 3.       Mengirigasi lambung karena perdarahan atau keracunan dalam lambung 4.       Mencegah atau mengurangi mual dan muntah setelah pembedahan atau terauma 5.       Mengambil spesemen dalam lambung untuk pemeriksaan laboratorium D.     Persiapan alat a.        Bak troli yang berisi : 1.       OGT No 5 atau 8 (untuk anak yang lebih kecil) 2.       Sudip lidah (tongue spatel) 3.       Sepasang sarung tangan 4.