Langsung ke konten utama

GAGAL HATI FULMINAN


GAGAL HATI FULMINAN
A.    Pengertian
Gagal hati fulminan ditandai oleh ensefalopati hepatik yang terjadi dalam waktu beberapa minggu sesudah dimulainya paenyakit pada pasien yang tidak terbukti menunjukan riwayat disfungsi hati. Klasifikasi yang baru untuk gagal hati akut pernah diusulkan berdasarkan kecepatan timbulnya enselopati sehubungan dengan manifestasi ikterus yang perrama. Dalam istem klasifikasi ini terdapat 3 kategori :
1.      Gagal hati hiper akut
Lama gejala ikterus sebalum timbuknya enselopati adalah 0 hingga 7 hari

2.      Akut
Lama gejalanya pada gagal hati akut adalah berdurasinberkisar dari 8 hingga 28 hari

3.      Sub akut.
Lama gejala pada gagal hati sub akut adalah berdurasi 28 hingga 72 hari.
Penyebaba (virus vs nonvirus) dan prognonis ketiga kategori gagal hati akut tampak bervariasi (Tibbs & Williams, 1995). Ketiga tipe gagal hati fulminana tersebut di tandai dengan kemunduran kondidi klinik yang cepat serta daramatis akibat cedera dan nekrosis hepatoseluler yang masif. Mortalitas pada keadan ini sangat tinggi (60% hingga 85%) meskipun telah dilakukan terapi yang intensif.
B.     Penyebab
Hepatitis virus merupakan penyebab gagal hati fulminan yang paling sering ditemui, penyebab lain mencakup obat-obat yang toksik (misalnya, asetaminofen [Tylenol]) dan zat-zat kimia (misalnya, karbon tetraklorida), gangguan metabolik (penyakit Wilson) dan perubahan seteruktur hati (sindrom Budd-Chiari)

C.     Manifestasi klinis
Adanya gejala ikterus dan anoreksia yang berat mungkin alasan pertama bagi pasien untuk mendapatkan pertolonga medis. Gagal hati fulminan sering disertai dengan kelainan  pembekuan darah, gagal ginjal serta gangguan elektrolit, infeksi hipoglikemia, ensefalopati dan edema serebri.

D.    Penatalaksanaan
Bentuk-bentuk terapi gagal hati fulminan mencakup pertukaran darah atau plasma, hemoperfusi dengan karbon (charoal) dan kortikosteroid. Meskipun bentuk-bentuk terapi diatas sudah dilakukan, tetapi angka mortalitasnya tetap tinggi. Sebagai konsekuensinya, transplantasi hati merupakan terapi pilihan bagi penderita gagal hati fulminan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR SOP Pengukuran Tanda Vital ( Pernafasan, Nadi, Tekanan Darah Dan Suhu )

STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR SOP Pengukuran Tanda Vital ( Pernafasan, Nadi, Tekanan Darah Dan Suhu ) Pengertian : 1.Pernafasan menghitung jumlah pernafasan ( inspirasi yang diikuti ekspresi selaman 1 menit. 2.Nadi menghitung frekuensi denyut nadi ( loncatan aliran darah yang dapt teraba yang terdapat di berbagai titik anggota tubuh melalui perabaan pada nadi, yang lazim diperiksa atau diraba pada radialis. 3.Tekanan darah melakukan pengukuran tekanan darah ( hasil dari curah jantung dan tekanan darah perifer )mdengan menggunakan spygnomanometer dan sttoskop. 4.Suhu mengukur suhu tubuh dengan mengguanakan termometer yang di pasangkan di mulut, aksila dan rektal. Tujuan : 1.Pernafasan a)Mengetahui kesdaan umum pasien b)Mengetahui jumlah dan sifat pernafasan dalam rentan 1 menit c)Mengikuti perkembangan penyakit d)Membantu menegakkan diagnosis
2.Nadi a)Mengetahui denyut nadi selama rentan waktu 1 menit b)Mengetahui keadaan umum pasien c)Mengetahui intgritassistem kardiovaskulr<