Langsung ke konten utama

KRITERIA UNJUK KERJA ( KUK ) MEMBERIKAN OKSIGEN MENGGUNAKAN KANUL BINASAL


KRITERIA UNJUK KERJA
( KUK )
MEMBERIKAN OKSIGEN MENGGUNAKAN KANUL BINASAL
Pengertian       : suatu tindakan untuk meningkatkan tekanan parsiel pada inspirasi, yang dapat dilakukan dengan cara :
1.      Meningkatkan kadar oksigen inspirasi
2.      Meningkatkan tekanan oksigen
Tujuan             : untuk mempertahankan dan meningkatkan oksigen dan mencegah atau mengatasi hipoksia
Indikasi :
1.      Gagal nafas
2.      Akut miokard infrak
3.      Keracunan karbonmonoksida
4.      Luka bakar ˃ 25%
5.      Sepsis
6.      Syok
7.      Payah jantung
8.      Trauma multipel berat
9.      Post operasi

Prosedur
A.    Tahap prainteraksi
1.      Memastikan kembali identitas pasien
2.      Mengkaji kondisi atau keadaan pasien dan memastikan membutuhkan bantuan oksigen
3.      Mempersiapkan peralatan
a.       Tabung oksigen berisi oksigen lengkap dengan flowmeter dan humidifier yang berisi aquades sampai pada batas pengisian
b.      Kanul binasal
c.       Tanda peringatan dilarang merokok
d.      Cotton budd
e.       Bengkok
f.       plester
4.      Seluruh peralatan ditempatkan diteroli Tu tempat yang bersih dan diatur rapi
5.      Menyiapkan ruangan menutup gordien, memasang sampiran, menjauhkan peralatan listrik dari tabung oksigen dan membatasi pengunjung

B.     Tahap orientasi
1.      Memberikan salam kepada pasien
2.      Menjelaskan tindakan yang akan dilakukan
3.      Menjelaskan tujuan dan perosedur tindakan yang akan dilakukan
4.      Mengatur posisi pasien semi fowler atau kepala ekstensi
5.      Meminta pasien untuk bekerjasama dalam pelaksanaan tindakan

C.     Tahap kerja
1.      Perawat mencucitangan
2.      Menghubungkan kanul binasal dengan flowmeter
3.      Mengecek flowmeter dan humidifierndengan memutar pengtur konsterasi oksigen dan mengganti ada atau tidaknaya gelembung udara dalam flowmeter
4.      Mengalirkan udara kekanul binasal dengan aliran oksigen antara 1-6 liter/menit
5.      Menecek fungsi perlatan dengan mengalirkan oksigen kearah punggung tangan perawat
6.      Mendekatkanperalatan kepasien
7.      Membersihakan lubang hidung pasien dengan mengunakan cottenbudd
8.      Memasang kanul binasal pada kedua lubang hidung pasien
9.      Mengatur tali pengikat kanul binasal sesuai dengan kenyamanan pasien ( jangan terlalu kencang atau terlalu kendur )
10.  Memastikan bahwa kanul binasal terpasang dengan baik
11.  Mengatur aliran oksigen sesuai perogram
12.  Merapikan kembali peralatan dan pasien
13.  Mencuci tangan

D.    Tahap terminasi
1.      Mengevaluasi respon pasien setelah 15 menit meliputi : kesadaran, respirasi, nadi dansuara nafas
2.      Perawat menyampaikan informasi mengenai perawatan selanjutnya bagi pasien ( tidak lanjut )
3.      Mengakhiri kegiatan dengan mengucapkan salam

E.     Dokumentasi
1.      Catat tindakan yang sudah dilakuakn
2.      Waktu
3.      Evaluasi
4.      Paraf
5.      Nama perawat jaga.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR ( SOP ) OCCLUSIVE DRESSING

STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR ( SOP ) OCCLUSIVE DRESSING Pengertian :      Teknik perawatan lukadengan cara menutup lukan dan memberi cairan, nutrisi dan antiseptik dengan drip selama 24 jam terus menerus Tujuan : 1.       Untuk mencegah infeksi 2.       Mempertahankan kelembaban 3.       Merangsan pertumbuhan jaringan baru 4.       Mengurangi nyeri 5.       Mengurangi terjadinya jaringan parut Indikasi : 1.       Ulkus varikosus 2.       Ulkus strasis 3.       Ulkus kronis Perosedur pelaksanaan A.     Tahap pra interkasi 1.       Persiapan alat a.        Kain kasa steril b.       Verban gulung c.        Larutan untuk drip yang terdiri dari : Nacl 0,9%, 325 cc, glukosa 40%, 125 cc dan betadin10%, 50cc d.       Trofodermin cream e.        Antibiotika tropical f.        Ganti verban set g.       Infus set h.       Pengalas i.         Sarung tangan j.         Gunting k.       Bengkok l.         Hipavix atau plester m.     Pelastik penutup ( tipis, putih dan transparan ) n.       Standar

STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR PIJAT OKSITOSIN

STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR PIJAT OKSITOSIN Pengertian       : Menjaga kebersihan dan menjaga kelancaran aliran ASI Tujujuan           : 1.       Menjaga atau memperlancar ASI 2.       Mencegah terjadinya infeksi Indikasi           : Ibu yang mempunyai bayi dan memberikan ASI secara eksklusif Prosedur           : A.     Persiapan alat 1.       Alat-alat a.        Kursi b.       Meja c.        Minyak kelapa d.       BH kusus untuk menyusui e.        Handuk 2.       Persiapan perawat a.        Menyiapkan alat dan mendekatkanya ke pasien b.       Membaca status pasien c.        Mencuci tangan 3.       Persiapan lingkungan a.        Menutup ordien atau pintu b.       Pastikan prifaci pasien terjaga B.      Bantu ibu secara pesikologis 1.       Bangkitkan rasa percaya diri 2.       Cobalah membantu mengurangi rasa sakit dan rasa takut 3.       Bantu pasien agar mempunyai pikiran dan perasaan baik tentang bayinya C.      Pelaksanaan 1.       Perawat mencuci tangan 2.       Menstimuli

STANDAR OPERASIONAL PEROSEDUR MEMASANG OGT (ORAL GASTRIC TUBE)

STANDAR OPERASIONAL PEROSEDUR MEMASANG OGT (ORAL GASTRIC TUBE) A.     Pengertian Melakukan pemasanga selang dari rongga mulut sampai kelambung pada bayi atau anak B.      Indikasi 1.       Pasien dengan masalah salauran pencernaan atas (stenosis esoagus, tumor mulit atau faring atau juga esofagus dll) 2.       Pasien yang tidak mampu menelan 3.       Pasien pasca operasi pada hidung faring atau esofagus C.      Tujuan 1.       Memasukan makanan cair atau obat-obatan cair atau padat yang dicairkan 2.       Mengeluarkan cairan atau isi lambung dan gas yang ada dalam lambung 3.       Mengirigasi lambung karena perdarahan atau keracunan dalam lambung 4.       Mencegah atau mengurangi mual dan muntah setelah pembedahan atau terauma 5.       Mengambil spesemen dalam lambung untuk pemeriksaan laboratorium D.     Persiapan alat a.        Bak troli yang berisi : 1.       OGT No 5 atau 8 (untuk anak yang lebih kecil) 2.       Sudip lidah (tongue spatel) 3.       Sepasang sarung tangan 4.