Langsung ke konten utama

Postingan

DATA FLOW & SCFHS (SAUDI COMMISSION FOR HEALTH SPECIALTIES)

Part 2


Oleh :Ahmad Irfankhan HS

Rasanya bosen, sebel, greget pengen ngamuk tapi sama siapa.! Kasus saya bermula karena bagian HR klinik tempat saya bekerja, terlalau smart dan brilian.

HR yang sangat sok tau dan merasa paling pandai sedunia, kebisaan HR, mengirim data-data saya ke data flow melalaui email yang mereka buat mengunakan nama saya.

Benar saja setelah beberapa bulan HR tidak membuka email atas nama saya, tidak selalu di cek inbox apa yang telah di kirim oleh data flow.

Kala itu saya tidak di ikut sertakan dalam hal applay data flow ke India dan Dubai. Setelah mendapat kendala, selalu mantul berkas saya, barulah Kabag Branch menghubungi saya, bahwa data saya tidak dapat di verifikasi.

Alhasil saya buka lagi kasus invalid, data saya yang mendap selama 4 tahun. Dengan mengisi formulir baru Letters of Authorization (LOA). Mengunakan nama lengkap, No paspor serta tanggal dan tanda tangan. LOA selesai segera saya scan dan saya kirim ke email data flow.

Dokumen yang mendap bisa di…
Postingan terbaru

Data Flow Pencabut Nyawanya Perawat Di Luar Negeri

Oleh : Ahmad Irfankhan HS Siapa yang tidak tahu nama dari “dataflow”, pasti tidak asing bagi para pekerja migran khususnya di luar negeri.! Saya tidak tahu apakah di setiap negara sudah bekerja sama dengan dataflow. Yang saya ketahui di tempat kerja saya, di Riyadh, Saudi Arabia, sudah menjalin kemesraan dengan data flow sebelum saya singgah. Saya tidak menerangkan apa itu data flow secara harfiah, (bisa di cari di Google/Wikipedia) setahu saya, sebuah perusahaan terbesar di Dunia yang menagani dan memberi pelayanan dalam bentuk data verifikasi di berbagai negara yang tentunya sudah bekerja sama dengannya. Dataflow bekerja dalam hal verifikasi data dari cek lulusan kuliah serta surat pengalaman kerja.! Yang jelas data flow melayani lebih dari 200 Negra dan mereka mempunyai kantor perwakilan di negara asal kita masing masing. Sebagai contoh sekarang sudah ada kantor perwakilannya di Jakarta. Kefalidtan data serta keabsahan asli atau tidaknya semua akan di cek ke instansi sesuai dengan d…

DUA SEJOLI DATA FLOW & SCFHS (SAUDI COMMISSION FOR HEALTH SPECIALTIES)

Oleh : Ahmad Irfankhan HS

Part 1
Setelah kedatangan saya dari Indonesia tepatnya tanggal 22 july 2018 tahun lalu. Rasanya seperti hari pertama kerja di Arab Saudi. Setelah tinggal dan bekerja di Arab saudi 3 tahun lebih, saya mengambil cuti.
Cuti pertama saya tak lama 40 hari saja, padahal saya mengajukan 3 bulan, dari klinik hanya di izinkan 40 hari, mereka berdalih kalau saya libur 3 bulan, siapa yang menagani pasien Male.
Sebenarnya I Don’t care, yang jelas saya menginginkan libur lebih lama bersama keluarga, hanya itu saja.! So secara 3 tahun lebih berpisah dengan keluarga.!
Ok lanjut.!
Setelah kembali bekerja 2 bulan, saya di panggil oleh pimpinan klinik, melalaui sambungan telpon, padahal ruangan saya sekitar Liman langkah dari ruangannya. Eit bukan lagu pacarku memang dekat lima langkah dari rumah.
Kaget bukan kepalang, ketika pimpinan klinik bilang dengan perlahan, “Ahmad, dari Ministry of Helath meminta kepada saya, untuk menghentikan kamu bekerja di klinik ini”.! Kembali say…

Jauh Teras Dekat

Banyak diantara kita, berkhayal setelah kuliah optimis mendapatkan pekerjaan yang layak, sesuai dengan keinginan. Ada juga yang pesimis ketika mencari lapangan pekerjaan, ada yang untung, tapi banyak juga yang buntung, malanh tambah kepentung. apes!
Lulusan perguruan tinggi membludak sementara lapangan kerja tidak sesuai dengan jumlah Fresh Graduate, al hasil jadilah pengangguran.
Banyak persaingan, yang membuat Fresh Garduate banting setir, persaingan tidak sehat atau jalan pintas bisa saja dilakukan, supaya bisa bekerja, dari pada menambah beban orang tua, Banyak diantara mereka, mengesampingkan ijazah (ijazah perawat namun bekerja di teller bank), secara jika di nalar tidak masuk akal, namun itulah relitanya. Yang penting dapat pekerjaan dari pada tidak bekerja dan ijazah serta skill menguap. 
Sayapun dahulu merasakan demikian, kala itu saya di hadapkan dengan dua pilihan yang mana keduanya membutuhkan pengorabanan. 
Pertama, bekerja di kota Jakarta atau Jogjakarta, dengan gaji sek…

Munculnya Kamvret dan Kecebong

Tinggal separuh hatiku.! Melihat orang tertentu yang selalau mengikuti pergerakan kemajuan teknologi.
Justru dengan adanya kemajuan teknologi apapun bisa dibuat termasuk yang salah jadi benar dan yang benar jadi salah.
Hal yang membawa kemudorotan seharusnya bisa di anti sipasi dengan penalaran dan pendidikan. Tidak dengan sekarang, justru para elit ikut serta memfasilitasi, terkesan mereka tidak ikut campur, padahal mereka dalang dari terjadinya peristiwa peristiwa besar.
Seperti teori konspirasi pada masalalau, yang belum kunjung selesai hingga saat ini.
Sama seperti keadaan yang baru kita lalui, beberapa saat ini, baik yang akan terjadi ataupun sudah lalu.!
Momok serta permasalahan tersebut seperti lingkaran Setan yang selalau tidak berkesudahan.! Sudah selesai dan akan terjadi lagi setiap tahunya bahkan setiap 5 tahun sekalai.
Pertanyaan yang sama, hinaan yang sama serta meme yang sama akan timbul hilang dan timbul lagi. Layaknya hari hari besar di kalender kita yang akan kembali …

Wanita Karir Buta Warna

Duduk santai, sembari menulis ada yang memanggil، يا احمد عنيك مقص؟ ايه فيه، ليش طيب يا شهد؟ ابغى بس.! “Ya Ahmad kamu punya gunting?” Jawabku “ya aku punya, memangnya ada apa sahad.? Aku mau.!
Lalau saya ambilkan di laci ruangan saya, saya lihat ternyata sedang menjahit, kancing baju abaya (baju wanita khas Arab warna hitam sama persis daster). Saya lihat dan mengamati ternyata bisa menjahit, walau kurang tepat, setelah selesai langsung mau di potong, terus saya bilang للحظة يا شهد،! ليش يا احمد، لازم زي ذَا،! ليش طيب خلي كويس.! اوك. “Tunggu sebentar ya sahad, kenapa Ahmad, harus di simpul dulu seperti ini (sambil saya beri contoh)memangnya kenapa, supaya bagus, Ok”
Wanita jaman sekarang, bukan hanya wanita Saudi saja yang tidak bisa menjahit kancing baju.! Mungkin di luaran sana banyak wanita wanita yang sama.
Hal yang sepele pun tidak bisa di kerjakan, apa lagi hal mengurus dapur, sumur dan kasur.! Bisa saja latar belakang keluarga yang memanjakan mereka para wanita. Namun bisa juga f…

The Legend of Cobek

Oleh: Ahmad Irfankhan HS
Lidah Indonesia kalau ndak latah dan doyan pedas buka Indonesia katanya. Banyak yang doyan pedas, tapi tak semua orang Indonesia doyan pedas. Contoh teman saya Namanya Wahid Nur Hidayat, asal dari Kulon Progo DIY. Dia anti pati dengan yang namanya cabe, Mask mie instan saja serbuk cabenya di buang.
Lain lagi dengan Andika Prastiyono, Meta Widiarti dan Yunita Styanigrum paling suka dan doyan masakan pedas, kalau boleh komen jika makan masakan tanpa cabe seperti bangun tidur lampu menyala terang dan tanpa cuci muka.!
Hal yang paling unik dari individu Indonesia, dia manapun mereka berada sangat cepat adaptasinya. Di lembah, Pegunungan, Rawa, Lautan dan gurun Sahara sekalipun hampir tidak ada kendala asal ada “COBEK”.!
Yang paling susah penyamaan lidah, makanan bisa mempengaruhi laju percepatan adaptasi.
Dulu ketika baru sehari sampai 1 bulan di Saudi Arabia rasanya sangat tidak enak dan tak menentu, laksana tersesat di hutan belantara tanpa sungai. Yang paling k…